1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hannover Messe 2024: Indonesia Bidik Rp5 Triliun Investasi

Ayu Purwaningsih | Miranti Hirschmann
26 April 2024

Indonesia kembali ikut serta dalam Hannover Messe 2024, pameran manufaktur internasional di Jerman, yang berlangsung tanggal 22-26 April 2024, yang menampilkan kemajuan teknologi, inovasi, dan kolaborasi global.

Indonesia di Hannover Messe
Paviliun Indonesia di Hannover MesseFoto: Ira Oktarini

Sektor industri kerap dianggap sebagai salah satu kontributor besar penghasil emisi. Karenanya, pemerintah Indonesia menekankan kebijakan transisi energi dalam mengurangi emisi di sektor industri, dengan mengutamakan sumber energi dan teknologi rendah karbon. Sejumlah inovasi baru disodorkan pemerintah dalam ajang pameran internasional manufaktur Hannover Messe 2024. 

Pada penyelenggaraan ajang pameran industri terkemuka dan berpengaruh di dunia tersebut tahun ini, target partisipasi Indonesia tercapai dengan terjalinnya tiga belas kerja sama industri baru dengan nilai hingga lebih dari Rp5 Triliun. “Terjalinnya 13 perjanjian kerja sama industri baru ini adalah langkah signifikan menuju arah pembangunan industri yang berkelanjutan,” ujar Plt. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Eko S.A Cahyanto dalam pernyataannya di Hannover, Jerman, Kamis (25/04) waktu setempat.

Tiga belas perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani sampai hari ketiga Hannover Messe 2024, di antaranya TechnoGIS dan FRAUNHOFER IPK untuk kolaborasi penelitian dan pengembangan pemantauan hutan kebakaran. Kemudian, dengan AI Drone, TechnoGIS dan Preneu Co., Ltd untuk distribusi dan pengembangan pemetaan drone di Indonesia dan Asia. Selanjutnya, perjanjian kerja sama antara Wuhan Geosun Navigation Technology dan Geomars mengenai distribusi LiDAR untuk pemetaan 3D.

Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arief Havas Oegroseno, menyebutkan ada juga perkembangan dari kesepakatan yang sudah dijalin sejak tahun lalu saat Indonesia jadi negara mitra. Di antaranya dengan perusahaan otomotif Volkswagen. "Salah satunya yang paling terakhir rencana mereka untuk melakukan impor mobil BEV (mobil elektrik berbasis baterai) Volkswagen di Indonesia yang menggunakan fasilitas yang baru yaitu pajak 0% dan nanti setelah dua tahun mereka siap untuk membuat manufaktur VW di Indonesia. Yang sudah jelas perjanjian tentunya antara VW pusat dengan perusahaan Indonesia yang menjadi mitranya itu sudah ada dan sekarang kita tinggal kita fasilitasi apa yang dibutuhkan.”

Selain VW, menurut Havas, BASF sudah mempersiapkan rencana ekspansi investasi di Indonesia, khususnya di bidang ekstraksi nikel. "Jadi diharapkan akan banyak perusahaan Eropa, yang jelas ada sudah ada dari Prancis, perusahaan Eramet dan kita harapkan BASF segera ikut mitra dia, Eramet untuk melakukan ekstraksi nikel di Indonesia.”

Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arief Havas Oegroseno bersama pemimpin produk Run SystemFoto: Ira Oktarini

Ragam inovasi dan teknologi digital dari Indonesia

Sementara itu, dalam pameran tahun ini beberapa perusahaan dari Indonesia yang hadir sebagai co-exhibitor di antaranya: PT. Technologi Digital Nusantara (Techbros), ATMI IGI (Indonesian German Institute), PT. Dua Empat Tujuh (Solusi247), PT. Techno GIS Indonesia, RUN System, PT. Stechoq Robotika Indonesia, Industrial Estates Association of Indonesia (HKI), Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Ladi Industrial Estate.

"Pembangunan sektor industri memerlukan strategi yang tepat untuk dapat menerima dan mengantisipasi perubahan oleh globalisasi ekonomi dan perkembangan teknis. Maka, Business Forum ini diselenggarakan untuk memperoleh beragam masukan maupun kerja sama yang bermanfaat,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sebagai perusahaan penyedia konsultasi teknologi dan organisasional serta layanan engineering, Techbros melihat peluang besar untuk melakukan inovasi teknologi telekomunikasi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta Internet of Things (IoT).

PT Dua Empat Tujuh (Solusi247) yang menyediakan pelayanan di bidang teknologi dan informasi, berfokus pada pemrosesan data besar, analisa, dan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan ini menawarkan kerja sama outsourcing rekayasa perangkat lunak tertanam dan outsourcing teknologi informasi.

Sedangkan PT. Techno GIS Indonesia merupakan perusahaan startup di bidang geospasial yang berfokus pada solusi permasalahan lingkungan, solusi bencana alam, degradasi kehutanan, pemetaan dan survei lahan, pertambangan dan energi, serta smart city. Produk yang ditawarkannya adalah: GIS Survey Mobile, Low Cost TGS GNSS RTK, NiVO Drone Mapping, GeoLiDAR, Landcam Multispectral Camera, Blue Marine Echosounder, dan Cloud Mapping Software. 

Sementara perusahaan perangkat lunak untuk aplikasi perusahaan, RUN System, mendukung mitranya dalam pembuatan aplikasi platform produktivitas perusahaan. Kepala Produk RUN System Budi Raharjo Santoso yang diwawancarai DW menyebutkan keunggulan produk yang mereka tawarkan adalah perangkat lunaknya mudah dipakai dan sangat menghemat waktu, penggunanya tidak membutuhkan pengetahuan coding sama sekali: "Mudah sekali diubah-ubah, sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan. Misalnya dalam penginputan karyawan baru, ternyata tidak butuh data perusahaan sebelumnya, itu bisa dengan mudah dikustomisasi. Misalnya proses penggajian tadi, tidak perlu memvalidasi waktu masuk (kerja), itu bisa dengan mudah, tinggal dihilangkan prosesnya saja, (dengan) "drag and drop”. Dan itu sudah langsung terimplementasi,” tandasnya.

PT. Stechoq Robotika Indonesia berfokus pada pengembangan inovasi produk robotik dan teknologi industri 4.0. Perusahaan ini mendukung perusahaan lainnya dalam bidang Sistem Kontrol Digital (DCS), yang juga menawarkan kepada mitra-mitra dari negara lain untuk bekerja sama dalam bidang transfer teknologi dan sektor bidang komponen.

Mengembangkan kawasan industri dan tindak lanjut IKN

Industrial Estates Association of Indonesia atau Himpunan Kawasan Industri (HKI) merupakan asosiasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan dan manajemen kawasan-kawasan industri di Indonesia. Salah satu anggotanya yang berpartisipasi pada Hannover Messe 2024 adalah HKI Batang yang berlokasi di Jawa Tengah. HKI membuka peluang kerja sama bagi perusahaan industri terutama yang berasal dari Eropa yang aktif berkontribusi dalam memajukan transformasi energi berkelanjutan.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali hadir di Hannover Messe, dengan tujuan menawarkan kemitraan kepada perusahaan-perusahaan negara lain yang bergerak di bidang energi terbarukan, transportasi, pengolahan dan pengelolaan limbah, infrastruktur, dan teknologi telekomunikasi.

Proyek strategis nasional berupa Kawasan Industri Ladi (Ladi Industrial Estate) memberikan layanan pusat pembuangan dan pemrosesan limbah berbahaya dan limbah padat perkotaan di Indonesia bagian barat.

Beberapa co-exhibitor telah menjalin kerja sama dengan mitra dari negara-negara lain dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU), yaitu antara ATMI IGI Center (Indonesia) dengan Solinatra BV (Belanda) untuk Pembangunan pabrik biodegradable lokal, kemudian antara PT Stechoq Robotika (Indonesia) dengan Beckhoff (Jerman) untuk pengembangan ventilator, juga antara PT Stechoq Robotika dengan Noyatech (Turki) untuk pengembangan sistem monitoring.

Jerman: Inovasi dan memangkas birokrasi

Dalam pembukaan Hannover Messe pada hari Senin (22/04), industri Jerman menyerukan reformasi lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memangkas birokrasi. "Inovasi, keinginan untuk mengembangkan hal-hal baru, itulah yang dirasakan di sini. Ini berlaku khususnya untuk tugas besar tentang bagaimana kita mengelola untuk memanfaatkannya peluang dengan tantangan dari digitalisasi." AI dapat didanai bahkan pada produk terkecil sekalipun, kata Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan hidrogen sebagai sumber energi menjadi fokus pameran di Hannover tahun ini.

Sekitar 4.000 perusahaan dari 60 negara memamerkan dagangannya di Hannover Messe tahun ini. Tema-tema utama tahun ini mencakup produksi rendah karbon dan transisi energi.

Pameran tahun lalu menarik sekitar 130.000 pengunjung, turun dari 215.000 pengunjung pada tahun 2019, setahun sebelum pandemi.

*Tambahan informasi: Wawancara Miranti Hirschmann, dpa, keterangan pers Kemenperin

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya